“Dendam Pembantu hingga Tega Eksekusi Ibu Anggota DPR RI”

"Dendam Pembantu hingga Tega Eksekusi Ibu Anggota DPR RI"

Kamis (25/2/2023) malam itu, warga Blok Kedongdong, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu digegerkan dengan penemuan jasad seorang ibu dalam kondisi mengenaskan. Korban rupanya adalah seorang ibu dari anggota Komisi V DPR RI Bambang Hermanto, Casinih (62).
Saat pertama kali ditemukan, korban dikabarkan dalam kondisi tangan terikat tali dengan mulut tersumpal. Polisi kemudian turun tangan, namun hingga Jumat (26/5/2023) sore penemuan jasad ibu anggota DPR RI itu masih menjadi misteri yang belum terungkap.

Baca juga:
Sadisnya Pria di Indramayu yang Bunuh Ibu Anggota DPR RI
Polisi kala itu hanya menyebut Casinih diduga tewas dibunuh. Tapi untuk motifnya, polisi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut lantaran sedang mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.

“Kejadian (pembunuhan Casinih) benar. (Korban) Meninggal tidak wajar, diperkirakan dibunuh,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo saat dihubungi via sambungan telepon saat itu.

Meski masih diselimuti misteri, polisi memastikan pelakunya ditangkap. Dia merupakan seorang pria berinisial T, yang melarikan diri ke Baleendah, Kabupaten Bandung setelah membunuh ibu Anggota DPR RI tersebut.

Dia lalu digiring ke Mapolres Indramayu. Dari hasil pemeriksaan sementara kala itu, pelaku ternyata bekerja di rumah korban sebagai pembantu yang biasanya menjalankan pekerjaan bersih-bersih. Ia lalu ditetapkan menjadi tersangka.

Setelah didalami, tersangka akhirnya mengakui telah membunuh korban. Motif sementara yang didapat kepolisian yaitu karena ia sakit hati hingga tega membunuh korban.

“Menurut keterangan tersangka motifnya adalah karena sakit hati. Tapi kita akan terus dalami,” kata Kapolres Indramayu AKBP Fahri Siregar kepada detikJabar, Jumat (26/5/2023).

Dari hasil pendalaman, usai mengeksekusi korbannya, T melarikan diri ke Desa Sukamandi, Kabupaten Subang. Ia menemui terlebih dahulu istrinya, sebelum akhir kabur ke Baleendah, Kabupaten Bandung.

Selain itu, tersangka disinyalir telah mengambil cincin serta ponsel yang biasa digunakan korban. Namun, ia tidak mengakuinya dengan berdalih hanya mengambil uang Rp 15 ribu setelah mengacak-ngacak lemari milik korban.

Namun perlahan, misteri pembunuhan Casinih mulai menemui titik terang. Pelakunya terungkap berkeseharian sebagai pengemis sebelum akhirnya direkrut korban menjadi tukang bersih-bersih di rumahnya.

Hal itu didapat polisi dari keterangan dari para saksi. Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar menyebut bahwa T diketahui baru bekerja di rumah korban selama 2 pekan belakangan. T sering dimintai tolong oleh korban untuk melakukan bersih-bersih rumah. Hal itu menyusul asisten rumah tangga yang biasanya telah berhenti bekerja.

“Memang bekerja baru sekitar 2 Minggu. Tapi si tersangka ini memang bekerja sebagai pengemis di area rumah korban dan ditawarkan bekerja di rumah korban. Dikarenakan pada saat itu ART korban pada saat itu tidak bekerja lagi,” ujarFahri.

Selama bekerja di rumah korban, tersangka mengerjakan pekerjaan seperti biasanya. Namun, menurut keterangan beberapa saksi, tersangka dikenal suka ‘celamitan’.
“Kami dapat informasi bahwa kadangkala tersangka ini suka celamitan, ini bahasa dari keluarga korban. Artinya celamitan itu dia (tersangka) suka minta gitu. Jadi suka minta uang, minta barang-barang gitu,” ujar Fahri.

“Jadi memang si tersangka ini baru bekerja kurang lebih 2 Minggu di sana (rumah korban). Jadi kita masih cari informasi terkait hal ini,” imbuhnya menambahkan.

Mengenai motif sakit hati tersangka, Fahri menyatakan hal itu bermula saat T dalam kondisinya sedang kurang fit. Namun, tersangka harus menyelesaikan banyak kerjaan yang diberikan oleh korban. Dan korban mengeluarkan perkataan yang tidak enak kepada tersangka.

“Kondisinya katanya kurang fit karena diare. Dan pada saat itu disuruh kerja, pekerjaan belum selesai disuruh ada pekerjaan lagi dan sebagainya akhirnya ada ucapan yang gak enak akhirnya membuat tersangka sakit hati,” jelasnya.

Jejak kesadisan tersangka saat membunuh korban pun terungkap berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis Satreskrim Polres Indramayu menyatakan korban ditemukan dengan kondisi tidak wajar. Pasalnya, korban meninggal karena dibekap hingga mengalami kekurangan oksigen.

“Jadi dari hasil autopsi bahwa si korban ini meninggalnya karena kekurangan oksigen karena adanya hambatan pernapasan,” ujar Fahri.

Fahri pun menjelaskan kronologi hingga tersangka nekat membunuh korban. Pada Rabu (24/5/2023) sekira pukul 09.00 WIB, tersangka menjalankan tugas seperti biasanya di rumah korban. Namun, karena adanya motif sakit hati, tersangka melakukan tindak kekerasan terhadap korban.

“Tersangka datang pukul 09.00 WIB terus melakukan aktivitas bersih-bersih rumah dan sebagainya. Kurang lebih kejadian itu sekitar pukul 10.00 WIB lah,” ujar Fahri.

Saat itu, lanjut Fahri, tersangka memukul leher korban sebanyak 2 kali. Karena tindakan tersangka, ibu dari Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Hermanto itu sempat melakukan perlawanan terhadap tersangka. Hingga akhirnya korban dan tersangka secara bersamaan terjatuh.

Dari hasil autopsi, Fahri juga menyebut bahwa iga kiri dan kanan korban mengalami patah tulang karena diinjak oleh tersangka.

“Itu diinjak ya jadi pada saat itu, begitu pada saat dipukul lehernya 2 kali oleh tersangka si korban ini melakukan perlawanan dan pada saat itu ternyata terjatuh bersamaan. Jadi si tersangka ini sempat menindih si korban. Nah tindihan itu karena pakai kaki mengakibatkan patah tulang,” jelasnya.

Tidak hanya itu, tersangka pun mengikat tangan korban dan membekap wajah korban hingga akhirnya korban meninggal dunia karena mengalami hambatan pernapasan. “Nah hambatan pernapasan ini dikarenakan ada kekerasan pada wajah karena dibekap,” ucapnya.

Akibat hal itu, anggota DPR RI Bambang Hermanto tidak menduga ibundanya, Casinih, meninggal karena pembunuhan. Sebab, menurutnya selama ini ia bersama keluarga tidak memiliki masalah apapun.

“Bagai hujan di siang bolong, saya pun tidak menduga ibu itu meninggal nya tidak wajar kan gitu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *