Kecelakaan kereta api di Cicalengka Bandung, pakar sebut perlu sistem pemberhentian otomatis walau harganya mahal

Kecelakaan kereta api di Cicalengka Bandung, pakar sebut perlu sistem pemberhentian otomatis walau harganya mahal

Pada jalur kecelakaan dua kereta ini, pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan, sebenarnya tengah menjalankan pembangunan jalur ganda kereta.

Dalam berbagai kesempatan, otoritas perhubungan menyebut proyek jalur baru kereta baru itu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna kereta, yaitu memangkas waktu tempuh.

Aspek keselamatan tidak pernah disebut sebagai tujuan utama pembangunan jalur ganda tersebut.

Pada Februari 2022, misalnya, Direktur Prasarana Perkeretaapian di Kemenhub, Harno Trimadi, menyebut proyek jalur ganda itu akan memperpendek waktu tempuh dan berpotensi meningkatkan jumlah penumpang hingga 25%.

Pada Desember lalu, Harno divonis lima tahun penjara dalam kasus suap pengerjaan perbaikan perlintasan kereta sebidang di Jawa dan Sumatra tahun anggaran 2022.

Kronologi tabrakan kereta
Saat tabrakan kereta terjadi pada Jumat (05/01), Commuter Line Bandung Raya baru saja meninggalkan Stasitun Haurpugur dan tengah menuju tujuan akhirnya di Stasiun Cicalengka. Sementara itu, Kereta Api Turangga sudah melewati Stasiun Garut dan dalam perjalanan ke Stasiun Bandung.

Humas Daop 2 Bandung Ayep Hanapi berkata, dua kereta ini bertabrakan di petak jalan antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka pada pukul 06.03 WIB. Tabrakan terjadi di jalur tunggal.

Dalam prosedur lalu lintas di jalur Haurpugur-Cicalengka, hanya satu kereta yang boleh melintas di jalur tunggal itu.

Ayep berkata, jalur tunggal itu diprioritaskan untuk kereta jarak jauh. Artinya, kereta lokal harus berhenti dan menunggu jalur itu kosong.

“Kereta lokal menunggu di stasiun, setelah kilometer aman barulah kereta itu boleh melanjutkan perjalanan,” ujar Ayep.

“Intinya untuk jalur Cicalengka-Haurpugur, dalam satu petak jalan hanya boleh ada satu kereta api,” ucapnya.

Pengaturan lalu lintas di jalur ini dikoordinasikan oleh seorang pemimpin perjalanan kereta api (PPKA).

Namun hingga saat ini, PT KAI menyatakan belum bisa menyimpulkan penyebab tabrakan antara KA Turangga dan kereta Commuter Line Bandung Raya.

Kesimpulan soal insiden ini harus menunggu investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNTK), kata Ayep Hanapi.

‘Ada yang terlempar ke bawah, ada yang tengkurap’
Dalam video yang beredar di media sosial, tabrakan itu menyebabkan beberapa gerbong keluar dari rel dan ada pula yang terangkat.

Seorang saksi mata di salah-satu kereta api, Herry Aliyudin, menceritakan pengalamannya dalam peristiwa nahas itu kepada wartawan di Bandung, Yuli Saputra, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Pagi itu, Harry yang duduk di gerbong nomor 3 bersiap untuk turun kereta karena tak lama lagi KA Turangga yang ditumpanginya akan segera sampai tempat tujuan akhir, yakni Stasiun Bandung.

Sesaat setelah pramugara mengambil selimutnya, tiba-tiba dia merasakan keretanya mengerem secara mendadak. Tak lama kemudian, terasa suatu benturan. Tangannya refleks memegang kursi di depannya.

“Saya lihat di sekeliling saya itu sudah banyak yang terlempar, masih di dalam gerbong tiga. Jadi ada yang terlempar ke bawah, ada yang tengkurap,” ujar Herry, Jumat (05/01).

Kecelakaan kereta di BandungSUMBER GAMBAR,SAR BANDUNG/YULIA
Keterangan gambar,
Sampai sekitar pukul 09.20 WIB, PT KAI sedang berupaya mengevakuasi dua rangkaian kereta api. Mereka juga berusaha memperbaiki jalur rel yang rusak.

“Bahkan ada anak kecil yang memang dia tengkurap, dia sudah keluar dari kursinya. Kemudian semua barang bawaan yang di atas itu hampir semua jatuh ke bawah. Termasuk koper yang saya bawa sudah enggak tahu di mana,” terangnya kemudian.

Herry hanya mengalami sedikit luka di kakinya, namun beberapa penumpang tampak terluka parah, kata Herry, “ada yang hidungnya kelihatan berdarah, ada yang pelipisnya berdarah”.

Semula, dia mengira kereta mengalami anjlok, namun ketika dia memberanikan diri keluar pintu, tampak di depannya lokomotif kereta berada di atas lokomotif KA Turangga.

“Saya lihat lokomotif lain, yaitu lokomotif kereta lokal itu sudah naik ke atas, di atas lokomotif KA Turangga ini. Saya bilang ini tabrakan kita,” tuturnya.

Herry AliyudinSUMBER GAMBAR,DOK. PRIBADI
Keterangan gambar,
Seorang saksi mata di salah-satu kereta api, Herry Aliyudin

Gerbong yang ia tumpangi bergeser, lepas dari relnya.

Ketika keluar kereta, dia melihat pramugara yang beberapa menit sebelumnya mengambil selimutnya, terjepit di antara rangkaian gerbong yang ringsek.

“Saya lihat tangannya masih minta bantuan,” katanya.

“Dia itu posisinya di gerbong empat, kalau nggak salah, dia ke gerbong empat dengan kereta makan itu, jadi terjepit gitu si pramugara.”

Namun oleh petugas, dirinya dan para penumpang lain diperintahkan untuk menjauh sebab saat itu asap mulai mengepul dari gerbong kereta.

Kecelakaan kereta di BandungSUMBER GAMBAR,SAR BANDUNG/YULIA
Keterangan gambar,
PT KAI juga akan melakukan investigasi bersama KNKT untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

“Yang keluar asap itu yang Turangga karena yang lokal itu sudah hancur ke atas. Jadi besi-besi rodanya itu sudah terlepas”.

Herry menyayangkan bantuan yang lambat datang. Namun dia menyadari itu karena lokasi kejadian yang sulit dijangkau.

“Saya lihat kru yang dari KA Turangga itu menelepon berkali-kali sampai kelihatan agak panik, minta cepat datang bantuan, mungkin ada lebih dari satu jam itu belum ada apa-apa.”

“Jadi kita mondar-mandir gitu saja di sana itu. Baru kemudian ada beberapa ambulans,” cetusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *